Saturday, July 30, 2011

Independent Scientist

Tiba-tiba di pikiran saya muncul istilah tersebut. Setelah berfikir mengapa selama ini saya tetap keukeuh pada pendirian ingin menjadi "orang bebas". Ternyata jawabannya hanya satu. Ya, karena saya ingin independen, tak bergantung siapapun.

Itulah tantangannya. Menjadi dokter klinisi berarti harus bisa hidup berdampingan dengan kolega dan memahami arti dan fungsi hierarki. Sedang pilihan lain di arah akademisi berarti harus bergantung sepenuhnya pada arah kebijakan yang disepakati. Tiada dua jalan tersebut sesuai dengan keinginan dan cita-cita hati, untuk menjadi mandiri, independen. Professional autonomy justru lebih mudah dicapai bagi mereka kolega dari kedokteran gigi dan beberapa spesialis "kecil" seperti dokter kulit dan dokter mata.

Lain halnya saat kita bisa menjadi seniman. Seniman hidup untuk passionnya. Totalitas untuk kemudian menciptakan mahakarya. Mereka melakukannya dengan permainan mereka sendiri. Original. Dan tentu saja kepuasan tertinggi -apabila tercapai- sungguh pasti sangat membahagiakan. Mereka tak kenal lelah untuk mengeksplorasi dirinya, minatnya, lingkungannya. Mengasah terus ketajaman intuisinya, karakter pribadinya tanpa embel-embel aturan profesi dan etik yang merepotkan untuk terus berkreasi. Merekalah sejatinya the real independent scientist.

-merenungkankembalicitacitadiri,inspiredbybeautyinscience-

No comments:

Post a Comment